Langsung ke konten utama

Tentang

Blog pribadi ini ditulis oleh seorang perempuan untuk perempuan. Sekar Kelana adalah nama pena yang telah digunakan beberapa tahun terakhir. Nama asli saya, Puji Lestari. Saya seorang blogger, content writer dan sewing hobbiyst. Tulisan saya lainnya bisa dibaca di Jarumjahit.com.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Inseminasi di Klinik Infertilitas Permata Hati, Rumah Sakit Sarjito dan Biaya Inseminasi

Di bulan Desember ini, kami memutuskan untuk menjalani insem ke-2. Untuk persiapan inseminasi buatan ke-2 ini kami datang berkonsultasi dengan dr. Shofwal Widad pada hari kedua menjelang menstruasi. (Perhitungan kami tepat, karena sudah ada flek-flek menjelang mens.) Saat konsultasi ini, kami diberi skema apa saja yang perlu dilakukan. Saya diresepkan Dipthen untuk diminum 2x sehari mulai dari hari ketiga menstruasi sampai dengan hari ketujuh menstruasi. Dipthen ini harga sekitar Rp. 15.000 per butir. Untuk konsultasi dengan dokter di Permata Hati Rp. 115.000,- . Di hari konsultasi ini, saya dipesan untuk datang kembali pada hari ke-7 menstruasi. Pada hari ke-7 menstruasi, saya kembali ke Klinik Permata Hati. Saya diberi suntikan Gonal F untuk stimulasi sel telur. Suntikan yang pertama ini, saya disuntik oleh perawat. Tapi suntikan kedua dan ketiga harus suntik sendiri atau minta bantuan perawat. Saya memutuskan untuk disuntik oleh suami atau suntik sendiri. Oh ya, untuk s

Berapa Biaya Tes TORCH di Yogyakarta? Ini Pengalamanku, Tes TORCH di Tahun 2022!

Senin, 1 Agustus 2022 menjadi hari yang tak terlupakan.  Setelah persiapan di hari sebelumnya, sekitar jam 10 pagi saya masuk ke ruang operasi di rumah sakit Siloam, Yogyakarta untuk tindakan kuret atau kuretase. Tindakan ini terpaksa harus dilakukan untuk mengeluarkan kehamilan yang nggak sehat.  Takut?  Nggak terlalu sih, karena ini kali kedua mengalami keadaan yang nyaris sama.  Nyaris sama, tapi berbeda.  Kehamilan pertama di tahun 2019, janin berhenti berkembang di usia kehamilan sekitar 8 minggu. Saat itu saya nggak memilih kuret dan membiarkan keguguran terjadi secara alami. Ketika terjadi pendarahan, barulah saya pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.  Namun pada kehamilan kedua yang ternyata juga nggak berjalan normal, saya memilih untuk melakukan tindakan kuret. Soalnya, pengalaman keguguran yang pertama rupanya sangat membekas. Saya masih trauma membayangkan pendarahan dan perjalanan panjang ke rumah sakit.  Nah, setelah mengalami dua kali kehamilan yang nggak n

Persiapan Bayi Tabung, Sebuah Pengalaman Pribadi Berhasil Bayi Tabung

Selama program hamil, saya tergabung dalam grup khusus pasien-pasien sebuah klinik program hamil. Dari grup ini saya mendapat banyak sekali informasi berharga dan motivasi untuk terus memperbaiki pola hidup demi keberhasilan program bayi tabung . Nah, ada satu kisah tentang persiapan bayi tabung yang menginspirasi saya. Berikut akan saya bagikan kisah tersebut dengan menyamarkan nama asli pemilik kisah. Semoga bermanfaat! sumber foto: John Looy dari Unsplash.com Melangkah Tanpa Persiapan Bayi Tabung Sebut saja namanya Delima. Beliau sudah 2x menjalani program bayi tabung. Program pertama dilakukan tahun 2016, saat itu usianya 36 tahun. Kasus mereka ditandai sebagai unexplained infertility, sebab hasil tes Delima dan suami terlihat normal. Saat menjalani program yang pertama ini, Delima mengantongi hasil AMH 2.3. Ada beberapa polip di rahimnya dan sudah dibersihkan satu bulan sebelum program bayi tabung dimulai.  Pada program bayi tabung pertama ini, Delima menjalaninya tanpa persiapan