Langsung ke konten utama

Berapa Biaya Tes TORCH di Yogyakarta? Ini Pengalamanku, Tes TORCH di Tahun 2022!

Senin, 1 Agustus 2022 menjadi hari yang tak terlupakan. 

Setelah persiapan di hari sebelumnya, sekitar jam 10 pagi saya masuk ke ruang operasi di rumah sakit Siloam, Yogyakarta untuk tindakan kuret atau kuretase. Tindakan ini terpaksa harus dilakukan untuk mengeluarkan kehamilan yang nggak sehat. 

Takut? 

Nggak terlalu sih, karena ini kali kedua mengalami keadaan yang nyaris sama. 

Nyaris sama, tapi berbeda. 

Kehamilan pertama di tahun 2019, janin berhenti berkembang di usia kehamilan sekitar 8 minggu. Saat itu saya nggak memilih kuret dan membiarkan keguguran terjadi secara alami. Ketika terjadi pendarahan, barulah saya pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. 

Namun pada kehamilan kedua yang ternyata juga nggak berjalan normal, saya memilih untuk melakukan tindakan kuret. Soalnya, pengalaman keguguran yang pertama rupanya sangat membekas. Saya masih trauma membayangkan pendarahan dan perjalanan panjang ke rumah sakit. 

Nah, setelah mengalami dua kali kehamilan yang nggak normal, saya pun memutuskan untuk menjalani tes TORCH. 

Apa Itu Tes TORCH? 

Sebenarnya dokter sudah merekomendasi untuk melakukan tes torch ketika terjadi keguguran yang pertama. Tapi karena biaya tes TORCH itu muaahaal, saya urung melakukannya. 

TORCH adalah kependekan dari lima macam penyakit infeksi yakni Toxoplasma, Other infection seperti Chlamydia, HIV, Hepatitis B, dan lain-lain, Rubella, Cytomegalovirus dan juga Herpes. Sejumlah infeksi ini bisa mengganggu kehamilan jika menular dari ibu ke janin. 

Idealnya sih, tes TORCH dilakukan pada setiap perempuan yang sedang merencanakankehamilan dan biasanya dilakukan sebelum hamil. Namun bisa juga dilakukan pada awal kehamilan. 

Dimana Tes TORCH di Yogyakarta?

Tes TORCH ini bisa dilakukan di rumah sakit yang memiliki laboratorium dan juga laboratorium-laboratorium swasta seperti Prodia, Pramita, Cito dan sejenisnya. Nah, dari informasi yang saya kumpulkan, tes TORCH di rumah sakita dan di laboratorium swasta biayanya terbilang mahal untuk kantong saya. Kisarannya antara Rp.1.800.000,-hingga Rp. 3.000.000,-

Duh setelah pengeluaran yang nggak sedikit untuk kuret, rasanya kok nggak rela banget keluar uang lagi segitu banyak hehe…

Untungnya, saya dapat info dari seorang teman. Teman saya ini merekomendasikan untuk tes TORCH di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Harganya jauh lebih muraah!

Berapa Biaya Tes TORCH di Yogyakarta? 

Berdasarkan informasi teman, saya pun buru-buru browsing untuk memastikan adanya layanan tes TORCH di laboratorium milik pemerintah daerah ini. Waaah…senangnya! Komunikasi melalui pesan Whatsapp direspon dengan baik, termasuk informasi biayanya. 

Setelah memperoleh kepastian saya pun segera meluncur ke laboratoriaum tersebut. Sesampainya di sana, saya diarahkan untuk bertemu dokter terlebih dahulu karena saya tak memiliki surat rekomendasi dari dokter untuk melakukan tes TORCH. 

Nggak mahal kok! 

Untuk konsultasi dokter di laboratorium ini saya hanya dikenakan biaya tambahan Rp. 10.000,- saja dan dokternya ramaaah banget. Dokter tidak melakukan pemeriksaan melainkan cuma wawancara singkat saja untuk memastikan alasan saya menjalani tes TORCH ini. Setelah itu, saya pun langsung diarahkan untuk mendaftar di bagian pendaftaran. 

Ketika di pendaftaran, teman-teman akan diberi pilihan untuk menjalani seluruh panel tes TORCH atau memilih beberapa panel saja sesuai kebutuhan. Kalau saya sih memilih untuk tes seluruh panel TORCH karena saya belum pernah menjalani tes ini. Saya ingin mendapatkan hasil yang lengkap. 

Sesudah mengisi data dan melakukan pembayaran sebesar Rp. 1.450.000 untuk seluruh panel TORCH plus Rp.10.000,- untuk konsultasi dokter, saya pun langsung diminta masuk ke ruang pengambilan darah. Tanpa harus mengantri!

Yup cepat banget. Saya datang agak siangan dan ternyata nggak ada antrian sama sekali. Setelah pengambilan darah, langsung pulang deh. Hasilnya akan diinformasikan paling lama 3 hari kerja dan hasilnya pun bisa dikirim via email lho. Jadi, jangan lupa untuk meninggalkan alamat email aktif saat mendaftar yaa.

Oh ya untuk pembayaran sudah ada kemajuan yaa. Waktu teman saya cek darah, pembayaran masih pakai tunai saja. Nggak ada pilihan lain. Tapi sekarang sudah bisa menerima pembayaran transfer antar bank, kartu debit dan QRIS. 

Lebih cepat dari yang dijanjikan, 2 hari kemudian saya mendapat email hasil pemeriksaan. Tapi saya memutuskan untuk datang keesokan harinya mengambil hardcopy sekaligus membacakan hasil. 

Lagi-lagi nih, dokternya super baik dan ramah banget. Hasilnya dibacakan dan dijelaskan satu per satu. Cukup legaa rasanya mendapati semua hasil negatif yang artinya keguguran kedua tidak disebabkan infeksi virus. Tentunya saya masih punya PR untuk mencari tahu penyebab keguguran kedua ini. FYI, sebaiknya segera setelah keguguran lakukan pemeriksaan TORCH ya supaya segera ketahuan kalau-kalau penyebab keguguran adalah infeksi sehingga bisa segera ditangani.

Nah, untuk teman-teman di sekitaran Yogyakarta yang sedang mencari laboratorium murah untuk tes TORCH nggak perlu ragu lagi. Langsung saja datang ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat Ngadinegaran MJ III/62. Pake Google Maps pasti ketemu kok! Untuk waktu layanannya dari hari Senin sampai hari Sabtu. Hari Senin sampai hari Kamis mulai jam 07.30 WIB hingga 11.00 WIB, hari Jumat jam 07.30 WIB sampai  09.00 WIB dan hari Sabtu jam 07.30 WIB sampai 10.00 WIB. 

berapa biaya tes torch di yogyakarta
dokumentasi pribadi






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Inseminasi di Klinik Infertilitas Permata Hati, Rumah Sakit Sarjito dan Biaya Inseminasi

Di bulan Desember ini, kami memutuskan untuk menjalani insem ke-2. Untuk persiapan inseminasi buatan ke-2 ini kami datang berkonsultasi dengan dr. Shofwal Widad pada hari kedua menjelang menstruasi. (Perhitungan kami tepat, karena sudah ada flek-flek menjelang mens.) Saat konsultasi ini, kami diberi skema apa saja yang perlu dilakukan. Saya diresepkan Dipthen untuk diminum 2x sehari mulai dari hari ketiga menstruasi sampai dengan hari ketujuh menstruasi. Dipthen ini harga sekitar Rp. 15.000 per butir. Untuk konsultasi dengan dokter di Permata Hati Rp. 115.000,- . Di hari konsultasi ini, saya dipesan untuk datang kembali pada hari ke-7 menstruasi. Pada hari ke-7 menstruasi, saya kembali ke Klinik Permata Hati. Saya diberi suntikan Gonal F untuk stimulasi sel telur. Suntikan yang pertama ini, saya disuntik oleh perawat. Tapi suntikan kedua dan ketiga harus suntik sendiri atau minta bantuan perawat. Saya memutuskan untuk disuntik oleh suami atau suntik sendiri. Oh ya, untuk s

Persiapan Bayi Tabung, Sebuah Pengalaman Pribadi Berhasil Bayi Tabung

Selama program hamil, saya tergabung dalam grup khusus pasien-pasien sebuah klinik program hamil. Dari grup ini saya mendapat banyak sekali informasi berharga dan motivasi untuk terus memperbaiki pola hidup demi keberhasilan program bayi tabung . Nah, ada satu kisah tentang persiapan bayi tabung yang menginspirasi saya. Berikut akan saya bagikan kisah tersebut dengan menyamarkan nama asli pemilik kisah. Semoga bermanfaat! sumber foto: John Looy dari Unsplash.com Melangkah Tanpa Persiapan Bayi Tabung Sebut saja namanya Delima. Beliau sudah 2x menjalani program bayi tabung. Program pertama dilakukan tahun 2016, saat itu usianya 36 tahun. Kasus mereka ditandai sebagai unexplained infertility, sebab hasil tes Delima dan suami terlihat normal. Saat menjalani program yang pertama ini, Delima mengantongi hasil AMH 2.3. Ada beberapa polip di rahimnya dan sudah dibersihkan satu bulan sebelum program bayi tabung dimulai.  Pada program bayi tabung pertama ini, Delima menjalaninya tanpa persiapan